Beredar Luas Curhatan Para Supir Bus Akibat Kebijakan Pemerintah Tentang Larangan Mudik, Bikin Terharu

ARASYNEWS.COM – Berbagai bentuk larangan dan penyekatan yang diberlakukan pemerintah untuk mudik lebaran kali ini dikeluhkan banyak masyarakat, terutama para supir angkutan umum lintas provinsi.

Keluhan para supir bus tersebut beredar di lini masa WhatsApp group, yang ditulis pada tanggal 27 April 2021, berikut juga dengan foto-fotonya yang menandakan keberadaannya di perbatasan antar provinsi Riau dengan Sumatera Utara (Sumut).

Berikut curhatan para pejuang aspal tersebut:

Kami para sopir angkutan memohon kepada Bpk.Gurbenur.walikota.bupati

Dengan menutup pintu keluar masuk propinsi secara tidak langsung membunuh mata pencaharian kami..

Jangan biarkan anak2 kami menangis pilu di saat anak2 kalian tertawa gembira
Jangan biarkan kami kelaparan di saat kalian terlelap tidur karena kekenyangan

Karena anak. istri berikut kredit mobil kami tidak di tanggung oleh negara

Kenapa harus kami yg di korbankan karena ketakutan kalian yg tidak kami takuti..

Yang kami takuti apabila anak dan istri kami mati kelaparan Krn tidak dapat makan.. siapakah yg bertanggung jawab?

Padahal Allah menyuruh kami tetap berusaha dan bertanggung jawab kepada anak dan istri kami. itu yg kami pertanggung jawabkan di akhirat nanti

Kenapa kami selalu di hadapkan dengan aparat hukum di bentak di hardik seakan kami ini teroris..padahal kami ini adalah pejuang dan pahlawan bagi keluarga kecil kami..

Di saat kalian berbagi THR kami hanya bisa berkata ‘Apakah esok hari anak2 kami dapat makan”

Apakah kalian pernah merasakan di saat semua orang tidur nyenyak ada seorang sopir tetap terbangun dan bekerja menafkahi keluarganya demi memberikan kehidupan yg layak utk anak istrinya

Apakah ada cara lain yang bijak dengan tidak membunuh mata pencaharian kami..berilah aturan yg adil buat kami semoga dapat hidayah ..”

Wassalam
Curahan hati seorang sopir angkutan😭

Lokasi 🚩 Perbatasan Riau-Sumut (Bagan batu)

27-April-2021 Malam

Izin berbagi kesedihan mereka

Tak terbayang juga kalau kita diposisi mereka sebagai pencari nafkah dijalanan.

[]

You May Also Like