2.757 Karyawan Chevron di Blok Rokan Akan Berstatus Dibawah Pertamina

ARASYNEWS.COM – PT Pertamina (Persero) melalui unit usaha PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan ambil alih pengelolaan minyak PT Chevron di Blok Rokan yang akan berakhir pada 9 Agustus mendatang.

Untuk karyawannya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyebutkan akan dialihkan menjadi karyawan Pertamina.

“Saya ucapkan selamat datang kepada 2.757 pekerja Chevron Pacific Indonesia, calon pekerja Pertamina Grup,” ucap Nicke yang dikutip dari cnbc, Ahad (6/6/2021).

Agar mengenal Pertamina lebih dekat, imbuh Nicke, pekerja diperkenalkan singkat soal Pertamina. Mengenai Corporate Overview, Subholding Upstream Overview, PHR Overview, serta Human Capital Aspects.

“Alih kelola ke Pertamina sebagai perusahaan nasional akan memberi manfaat yang lebih luas lagi bagi negara baik dari sisi pengelolaan maupun penerimaan negara dan memperkuat posisi Pertamina sebagai salah satu lokomotif pembangunan dan perekonomian nasional,” ujar Nicke.

Nicke juga mengatakan, pihaknya akan menargetkan produksi minyak 1 juta barel hingga tahun 2030.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi sebagai Subholding Upstream Budiman Parhusip menjelaskan bahwa nantinya Blok Rokan akan dikelola oleh PHR di bawah naungan PT Pertamina Hulu Energi selaku Subholding Upstream.

Saat ini, PHR mengelola Wilayah Kerja dan Asset Hulu yang ada di Wilayah Sumatera yang dikenal dengan Regional 1 – Sumatera Subholding Upstream.

“Dengan sistem Regionalisasi ini, antara Wilayah Kerja dan Aset yang saling berdekatan khususnya Sumatera dalam hal ini, dapat dilakukan optimalisasi lapangan dan efektifitas pengembangan operasi. Sehingga dengan bergabungnya Pekerja CPI juga akan lebih membuka kesempatan pengembangan karir,” jelasnya.

Direktur Utama PHR Jaffee Arizon Suardin menambahkan, PHR yang juga sebagai Regional 1-Sumatera di Subholding Upstream Pertamina tidak hanya mengelola blok Rokan namun juga mengelola seluruh blok atau wilayah kerja Pertamina di Sumatera.

“Pertamina melalui PHR juga akan memastikan transfer operatorship berjalan lancar sehingga kita bisa menyelesaikan program di tahun 2021 dan tumbuh signifikan pada tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.

Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit dan President Director CPI Albert Simanjuntak menyampaikan bahwa kesempatan berdiskusi secara terbuka ini merupakan langkah positif bagi kedua belah pihak.

“Melalui acara ini kami berharap pekerja CPI dapat memperoleh wawasan yang menyeluruh mengenai PT Pertamina (Persero), Subholding Upstream dan juga khususnya PT Pertamina Hulu Rokan,” tuturnya. []

You May Also Like